Bagaimana Tahapan Sidang Perceraian di Pengadilan Agama?

Bagaimana Tahapan Sidang Perceraian di Pengadilan Agama?

Anda mau sidang di Pengadilan Agama dan belum mengetahui proses persidangan di Pengadilan Agama itu seperti apa? Tenang, kali ini tim advokatkita.com akan membahas mengenai proses sidang perceraian di Pengadilan Agama dari awal sampai tuntas.

Memang, tidak ada kewajiban untuk mengetahui alur serta proses persidangannya itu seperti apa, namun hal ini tentu penting untuk menambah pengetahuan anda, juga sangat berguna sebagai bahan persiapan sebelum digelarnya persidangan, agar nanti tidak kebingungan ketika banyak intruksi yang diberikan oleh majelis hakim.

Sebelum kita memberikan gambaran mengenai alur proses persidangan perceraian, anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa anda sudah mendaftarkan perkara perceraian anda ke Pengadilan Agama.

Baca juga: Kisaran Biaya Perceraian di Pengadilan Agama

Setelah perkara didaftarkan, Pemohon atau Penggugat dan pihak Termohon atau Tergugat menunggu Surat Panggilan untuk menghadiri persidangan.

Lalu bagaimana tahapan sidang perceraiannya?

  1. Upaya Perdamaian (Mediasi)

Jika para pihak baik pemohon dan termohon atau penggugat dan penggugat datang memenuhi panggilan sidang dari Pengadilan Agama, maka Hakim mewajibkan para pihak untuk menempuh mediasi terlebih dahulu. Upaya perdamaian juga ditempuh dengan memberikan kesempatan kepada para pihak untuk memilih mediator dalam upaya menempuh proses mediasi sebagaimana di amanatkan oleh PERMA Nomor 01 tahun 2008, tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Apabila proses mediasi berhasil, maka persidangan akan dilanjutkan ke tahap berikutnya. Jika pihak tergugat atau termohon tidak hadir di persidangan, biasanya nanti akan ada proses pemanggilan ulang sampai 2 atau 3 kali panggilan.Namun, Jika tergugat atau termohon tetap tidak hadir, maka sidang akan dilanjutkan.

  1. Pembacaan Surat Gugatan atau Permohonan

Pada tahapan ini pihak Penggugat atau Pemohon berhak meneliti kembali apakah seluruh materi (alasan/dalil-dalil gugatan dan petitum) sudah benar dan lengkap. Hal-hal yang tercantum dalam gugatan itulah yang menjadi obyek atau acuan pemeriksaan dan pemeriksaan tidak keluar dari yang termuat dalam surat gugatan.

  1. Jawaban Tergugat atau Termohon

Selanjutnya Pihak Tergugat atauTermohon diberi kesempatan untuk membela diri dan mengajukan segala kepentingannya terhadap Penggugat atau Pemohon melalui Majelis Hakim dalam persidangan.

  1. Replik Penggugat atau Pemohon

Pihak pemohon atau penggugat dapat kembali memperkuat permohonan atau gugatannya yang ditelah disangkal oleh pihak termohon atau tergugat. Pemohon dan Penggugat juga dapat mempertahankan diri dari sangkalan termohon atau tergugat.

  1. Duplik Tergugat atau Termohon

Tergugat atau Termohon menjelaskan kembali jawaban yang disangkal oleh Penggugat atau Pemohon. Replik dan Duplik ini dapat diulang-ulang sehingga akhirnya Majelis Hakim memandang cukup atas replik dan duplik tersebut.

  1. Pembuktian

Penggugat atau Pemohon mengajukan semua alat bukti-bukti sesuai dengan perkara yang diajukan untuk mendukung dalil-dalil gugatan. Demikian juga Tergugat atau Termohon mengajukana alat bukti untuk mendukung jawaban atau sanggahan masing-masing pihak berhak menilai alat bukti pihak lawan.

  1. Kesimpulan Para Pihak

Masing-masing pihak baik Penggugat atau Pemohon maupun Tergugat atau Termohon mengajukan pendapat akhir tentang hasil pemeriksaan.

  1. Musyawarah Majelis Hakim dan Pembacaan Putusan

Majelis Hakim menyampaikan segala pendapatnya tentang perkara itu dan menyimpulkan dalam amar putusan, sebagai akhir dari sengketa yang terjadi antara Penggugat atau Pemohon dan Tergugat atau Termohon.

Nanti setelah perkara diputus, pihak yang tidak puas atas putusan yang dikeluarkan oleh majelis hakim tersebut dapat mengajukan upaya hukum (verset, banding, dan peninjauan kembali) selambat-lambatnya 14 hari sejak perkara diputus atau diberitahukan.

Setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, untuk perkara permohonan talak, Pengadilan Agama akan menetapkan hari sidang ikrar talak untuk Memanggil Pemohon dan Termohon untuk menghadiri sidang ikrar talak. Namun, Jika dalam tenggang waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkan sidang ikrar talak, suami atau kuasanya tidak melaksanakan ikrar talak di depan sidang, maka gugurlah kekuatan hukum penetapan tersebut dan perceraian tidak dapat diajukan berdasarkan alasan hukum yang sama. Setelah pelaksanaan sidang ikrar talak, maka dapat dikeluarkan Akta Cerai.

Untuk perkara lainnya, setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka para pihak yang berperkara dapat meminta salinan putusan.

Demikian informasi dari kami mengenai tahapan proses sidang perceraian di Pengadilan Agama.

Semoga Bermanfaat.

Salam Hangat advokatkita.com

AdvokatKita

Kini hadir di tengah-tengah anda untuk membantu memberikan Layanan Konsultasi dan Bantuan Hukum kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kami siap membantu anda menyelesaikan permasalah hukum anda seperti Masalah Perceraian, Hak-hak Bekas Istri, Nafkah, Hak Asuh Anak, Pembagian Harta Gono Gini, Waris, Izin Poligami, Itsbat Nikah, Dispensasi Nikah, Pembatalan Nikah, Wali Adhol, Sengketa Wakaf, Wasiat, Hibah, Sengketa Ekonomi Syariah dll.

This Post Has 5 Comments

  1. Saya mau tanya pak..kalau suami tidak mau di ceraikn bagaimna pak dan malah memberikan ancaman kalau untuk membunuh istrinya jika tetap melakukan perceraian ..

    1. Saya mau tanya pak,
      apakah istri bisa menggugat suami dan meminta hak asuh anak jatuh ke istri,karena suami tidak memberikan nafkah lahir dan batin selama 8 bulan ini,
      apakah semua permohonan gugat istri untuk suami ini diterima dan hak asuh jatuh ke istri bukan ke suami.
      makasih
      syarat apa saja yang bisa disetujui dengan hakim untuk hak asuh anak
      saya sih cuma minta hak asuh anak aja,untuk yang lain saya masih bisa beri makan anak saya dengan gaji saya walaupun kecil,,daripada tidak dinafkahin lahir dan batin dengan suami

  2. Ass,
    Saya dan suami dulu menikah karena hamil duluan.
    Namun bertahna slama 5 thn suami saya slalu kasar, main perempuan, mabuk2an.
    Bahkan ibu saya pernah di lawan oleh dia karna ibu saya tak tega melihat saya di aniaya.
    Dan sekaranh suami saya di penjara karena kasus uu darurat ayat 2 (sajam)
    Dan di tahan selama 1thn.
    Namun saya ingin memohon untuk menggugat cerai suami.
    Kira2 apa alasan yang cepat agar saya bisa cerai dari suami?
    Mohon jawabanha

  3. Assalamu’alaikum.
    Saat ini istri saya sedang menggugat cerai saya dengan alasan saya sudah menyakiti perasaannya.
    Belakangan saya ketahui bahwa dia diamΒ² menjalin hubungan dengan pria lain. Saya punya bukti percakapan WA dan SMSnya.
    Saya tidak mau bercerai karena saya masih mencintai dia dan telah memaafkan dia atas perbuatannya berselingkuh. Saya menyesal telah menyakiti perasaannya dan berjanji akan memperbaiki serta berubah menjadi lebih baik untuk keluarga.
    Bisakah hakim mengabulkan gugatan istri saya atau malah hakim memutus sebaliknya?
    Istri menyuruh saya pergi dari rumah dengan alasan saat ini sedang dalam proses perceraian. Saat ini saya masih tinggal serumah karena saya merasa saya masih mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga saya.
    Terima kasih atas jawabannya.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  4. Apakah ada batasan minimum, dalam agenda musyawarah majelis?

Leave a Reply

Close Menu