Home / Informasi Hukum / Berapa Lama Proses Sidang Perceraian di Pengadilan Agama?

Berapa Lama Proses Sidang Perceraian di Pengadilan Agama?

Banyak sekali yang bertanya pada team advokatkita.com mengenai berapa lama proses persidangan perceraian di pengadilan agama berlangsung. Tentu jawabannya akan sangat beragam, bisa jadi 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, bahkan ada yang sampai berlarut-larut. Kenapa hal ini bisa berbeda-beda, tentunya banyak faktor yang mempengaruhi dan menjadi penyebab lamanya proses sidang percerian itu sendiri.

Misalnya saja mengenai domisili atau alamat tinggal sekarang, jika alamat domisi Penggugat dan Tergugat atau Pemohon dan Termohon berbeda wilayah, maka proses pemanggilan untuk sidangpun akan lebih alama jika dibandingkan dengan yang satu wilayah. Lalu, jumlah persidangan, semakin banyak jumlah sidang maka sudah tentu persidanganpun akan semakin lama.

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi lama atau tidaknya proses sidang perceraian.

1. Jenis Perkara

Di Pengadilan Agama terdapat pengklasifikasian mengenai perceraian, jika yang mengajukannya adalah perempuan, maka istilahnya adalah cerai gugat. Namun jika yang mengajukannya adalah laki-laki, maka istilahnya adalah cerai talak. Biasanya untuk waktu persidangn antara cerai gugat dan cerai talak itu berbeda, proses cerai talak akan lebih lama daripada cerai gugat, karena dalam cerai talak akan ada penambahan agenda persidangan yaitu sidang ikrar talak, sedangkan untuk cerai gugat tidak ada sidang ikrar talak.

2. Alamat

Hal yang paling mendasar dalam pemanggilan para pihak adalah berdasarkan alamat yang dituju. Perlu diketahui masing-masing pengadilan mempunyai kewenangan relatifnya masing-masing, artinya setiap pengadilan hanya bisa menangani perkara yang memang merupakan kewenangannya, BACA YURISDIKSI PENGADILAN AGAMA SEJAWA BARAT, dan itu sangat berpengaruh pada pemangilan para pihak. Jika para pihak berada dalam satu wilayah pengadilan, maka kurang lebih dari mulai pendaftaran sampai ada surat panggilan adalah 2-3 minggu. Namun, jika pihak dari suami berada diluar wilayah kewenangan pengadilan setempat, maka panggilannyapun akan lebih lama, kurang lebih dari mulai pendaftaran sampai ada surat panggilan adalah 40 hari. Berbeda lagi jika salah pihak Tergugat atau Termohon tidak diketahui alamatnya baik di dalam negeri ataupun di luar negeri, maka itu akan di ghaib-kan, artinya dari mulai pendaftaran sampai ada surat panggilan adalah 6 bulan.

3. Jumlah Sidang

Jumlah sidang perceraian di Pengadilan Agama sangat beragam, ada yang 1x sidang (sidang cerai ghaib), ada yang 2x sidang, bahkan ada yang sampai berlarut larut dan lebih dari 12x sidang. Banyaknya jumlah persidangan akan sangat dipengaruhi oleh beberapa sebab, misalnya kehadiran para pihak, apakah para pihak melakukan perlawanan atau tidak, dan apakah ada penundaan persidangan atau tidak.

4. Upaya Hukum

Upaya hukum seperti Banding, Kasasi, bahkan Peninjauan Kembali akan sangat mempengaruhi lamanya proses percerian di pengadilan. Ini biasanya terjadi jika salahsatu pihak penggugat atau pemohon dan tergugat atau termohon merasa tidak puas akan putusan hakim pada tingkat pertama yaitu Pengadilan Agama, pihak yang tidak puas tersebut bisa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Agama, bahkan jika masih ada yang tidak puas dengan putusan di Pengadilan Tingkat Banding, para pihak bisa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Demikian beberapa gambaran mengenai kondisi sidang perceraian di pengadilan agama yang sangat mempengaruhi lamanya waktu proses persidangan. Intinya lamanya proses persidangan perceraian di Pengadilan Agama akan sangat tidak bisa dipastikan, ada baiknya semua permasalahan keluarga itu bisa diselesaikan diluar persidangan dalam artian permasalahannya bisa di mediasi.

Sekian penjelasan singkat dari kami.

Salam advokatkita.com

Tentang AdvokatKita

Kini hadir di tengah-tengah anda untuk membantu memberikan Layanan Konsultasi dan Bantuan Hukum kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kami siap membantu anda menyelesaikan permasalah hukum anda seperti Masalah Perceraian, Hak-hak Bekas Istri, Nafkah, Hak Asuh Anak, Pembagian Harta Gono Gini, Waris, Izin Poligami, Itsbat Nikah, Dispensasi Nikah, Pembatalan Nikah, Wali Adhol, Sengketa Wakaf, Wasiat, Hibah, Sengketa Ekonomi Syariah dll.

Baca disini juga

Bagaimana Cara Mengajukan Gugat Cerai Tanpa Buku Nikah?

Banyak sekali yang bertanya kepada team advokatkita.com mengenai bagaimana cara mengajukanan gugatan cerai tanpa buku …

4 Komentar

  1. Saya mau tanya, kk saya sbg pihak suami, beliau menggugat cerai istrinya, dan dr awal persidangan pihak istri tdk prnh hadir. Persidangan hanya pembacaat permohonan, dan kedua langsung membawa saksi2. Setelah saksi dibawa, prosesnya slesaui. Selanjutnya agenda putusan, tp beliau tidak dikasih kapan tanggal putusannya. Apa jadwal putusan harus menunggu panggilan? Atau ditentukan dr pas sidang trakhir, krna sperti yg td sya bilang pda sidang trakhir pngadilan ga ksh tanggal jdwal putusannya. Terimakasih

  2. apakah surat nikah harus keduanya,seperti surat nikah suami dan istri,apa bisa salah satu nya aja?terimakasi

  3. Apa langkah pertama yang harus dilakukan untuk menggugat cerai suami karna suami sudah sekitar 2 thn tidak menafkahi lahir dan batin seorng istri ? Ini untuk sepupu saya dia juga punya keterbatasan biaya untuk advokat terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *