Cara Mengajukan Permohonan Waris di Pengadilan Agama

Cara Mengajukan Permohonan Waris di Pengadilan Agama

Di Pengadilan Agama terkhusus untuk perkara waris dikenal dengan dua macam istilah, yaitu Permohonan Waris dan Gugatan Waris. Mungkin bagi sebagian orang kedua istilah ini terdengar sama saja, namun ternyata kedua istilah ini memiliki maksud yang berbeda. Perkara permohonan waris itu tidak terdapat sengketa didalamnya, sedangkan gugatan waris itu terdapat sengketa atau konflik di dalamnya, baik itu terhadap subjek atau objek warisnya.

Dilihat dari produk hukumnya pun berbeda, jika terhadap permohonan waris maka Pengadilan Agama akan mengeluarkan produk berupa penetapan, sedangkan untuk gugatan waris, maka Pengadilan Agama akan mengeluarkan produk berupa keputusan.

Sesuai dengan Undang-undang tentang Peradilan Agama yaitu UU No. 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 7 Tahun 1989 yaitu. bahwasanya Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam pada bidang

  1. Perkawinan
  2. Waris
  3. Wasiat
  4. Hibah
  5. Wakaf
  6. Zakat
  7. Infaq
  8. Shadaqah
  9. dan Ekonomi Syariah

Oleh karena perkara waris masuk kedalam wewenang Pengadilan Agama, maka perkara waris diajukannya di Pengadilan Agama.

Lalu, apa saja persyaratan pengajuan Permohonan waris tersebut?

  • Surat Permohonan Waris
  • Photocopy KTP dari Pemohon
  • Photocopy Kartu Keluarga (KK) Pewaris
  • Akta Kelahiran Anak Pewaris
  • Buku Nikah Pewaris
  • Surat Keterangan Kematian dari Pejabat Setempat
  • Surat Keterangan Ahli Waris Asli dari Desa atau Kelurahan Yang Diketahui Oleh Camat

Mungkin di setiap pengadilan akan memiliki persyaratan yang berbeda, namun secara mendasar yang menjadi persyaratan pengajuan waris adalah yang kami cantumkan di atas. Selanjutnya silahkan ikuti petunjuk dan arahan dari majelis hakim.

Jika semua persyaratan yang kami cantumkan di atas sudah lengkap, maka anda bisa langsung saja datang ke Pengadilan Agama di tempat anda tinggal. Lalu silahkan anda mendatangi Pusat Bantuan Hukum atau POSBAKUM untuk membuat surat permohonan warisnya, atau jika anda sudah membuat surat permohonan, maka anda bisa langsung mengambil antrian di meja pendaftaran.

Selain itu, jika anda tidak memiliki waktu atau anda tidak ingin repot mengurus perkara permohonan waris tersebut, anda bisa menggunakan jasa dan layanan advokat atau pengacara.

Baca Juga : Jasa dan Layanan Advokat Pengacara

Catatan. Untuk permohonan waris di Pengadilan Agama sendiriĀ  akan ditetapkan oleh Pengadilan Agama menggunakan aturan yang sesuai dengan aturan Agama Islam, sedangkan untuk yang beragama non muslim, silahkan anda bisa mengajukannya di Pengadilan Negeri.

Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat.

Salam Hangat Advokatkita.com

AdvokatKita

Kini hadir di tengah-tengah anda untuk membantu memberikan Layanan Konsultasi dan Bantuan Hukum kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kami siap membantu anda menyelesaikan permasalah hukum anda seperti Masalah Perceraian, Hak-hak Bekas Istri, Nafkah, Hak Asuh Anak, Pembagian Harta Gono Gini, Waris, Izin Poligami, Itsbat Nikah, Dispensasi Nikah, Pembatalan Nikah, Wali Adhol, Sengketa Wakaf, Wasiat, Hibah, Sengketa Ekonomi Syariah dll.

Leave a Reply

Close Menu