Home / Informasi Hukum / Bagaimana Cara Memperbaiki Nama Yang Salah di Buku Nikah?

Bagaimana Cara Memperbaiki Nama Yang Salah di Buku Nikah?

Banyak sekali yang bertanya pada kami tentang bagaimana cara memperbaiki kesalahan penulisan pada Buku Nikah, hal tersebut banyak sekali terjadi pada masyarakat yang memang pada Buku Nikahnya terdapat kesalahan, baik dari penulisan nama, penulisan wali (bin atau binti), bahkan penulisan tanggal lahir, dan hal tersebut menjadi salah satu penghambat ketika membuat dokumen seperti Akta Anak, Passport, ataupun dokumen lain.

Lalu bagaimana cara memperbaiki kesalahan penulisan nama pada dokumen Buku Nikah tersebut? Perlu diketahui bahwa untuk melakukan perubahan identitas dalam buku nikah merupakan kewenangan dari Pengadilan Agama, sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia, pasal 34 ayat 2, Nomor 11 Tahun 2007 Tentang Pencatatan Nikah, “Perubahan yang menyangkut biodata suami, isteri ataupun wali harus berdasarkan kepada putusan Pengadilan pada wilayah yang bersangkutan.” Sebelumnya, dalam pasal 1 ayat 5 dijelaskan: “Pengadilan adalah Pengadilan Agama atau Mahkamah Syar’iyah.”

Dengan adanya Peraturan Menteri Agama tersebut maka menjadi dasar bagi pejabat pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menolak bagi siapa saja yang akan mengajukan perubahan data sebelum adanya Penetapan dari Pengadilan Agama atau Mahkamah Syar’iah. Dalam pelaksanaaannya tidak dibedakan antara perubahan yang menyangkut Nama yang sama sekali jauh berbeda dengan sebelumnya (contoh: Muhamad Iqbal menjadi Ahmad Maulana), serta perubahan data lain yang menyangkut kesalahan redaksional (Contoh Muhamad Iqbal tetapi Muhammad Ikbal), dan hal tersebut secara keseluruhan harus berdasarkan penetapan Pengadilan Agama.

Berikut syarat serta tahapan yang harus ditempuh untuk mengajukan permohonan perubahan identitas di Pengadilan Agama:

  • Buku Nikah

Siapkan dokumen Buku Nikah yang akan diperbaiki data-datanya, jika terjadi kesalahan di kedua pihak (suami dan isteri), maka yang yang menjadi Pemohon adalah suami dan isteri, namun jika terjadi kesalahan hanya salah satu pihak saja, maka yang akan menjadi Pemohon adalah satu orang.

  • KTP (Kartu Tanda Penduduk)

Siapkan dokumen KTP (Kartu tanda Penduduk) atau Surat Keterangan Domisili jika tidak terdapat KTP. Nantinya Dokumen ini akan menjadi rujukan untuk data-data yang benar.

  • Kartu Kelurga

Siapkan dokumen Kartu Keluarga yang asli, nantinya dokumen Kartu Keluargapun akan menjadi rujukan untuk data-data yang benar.

  • Akta Lahir

Siapkan juga dokumen akta kelahiran yang akan menjadi Pemohon, jika belum mempunyai Akta Lahir, bisa menggunakan surat keterangan Kenal Lahir yang dikeluarkan oleh desa setempat.

  • Ijazah

Siapkan dokumen ijazah sekolah yang pernah di tempuh.

Setelah semua dokumen tersebut diatas telah siap, maka tahapan selanjutnya adalah membuat Surat Permohonan Perubahan Identitas untuk di daftarkan ke Pengadilan Agama, jika anda tidak mampu untuk membuatnya, anda bisa mendatangi Posbakum (Pos Bantuan Hukum) yang biasanya tersedia di Pengadilan Agama. Lalu, di Pengadilan Agama manakah harus mengajukan Permohonan Perubahan Identitas? Anda bisa mendatangi Pengadilan Agama yang sesuai dengan domisili tempat tinggal anda sekarang.

Setelah anda membuat Surat Permohonan Perubahan Identitas, anda bisa langsung mendaftarkan permohonan tersebut kepada petugas pendaftaran di Meja 1, setalah itu anda akan diarahkan untuk membayar panjar biaya ke Kasir / Bank, setalah itu anda konfirmasikan kembali hasil pembayaran ke Meja 1 Pendaftaran, dan proses pendaftaranpun telah selesai. Dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu anda akan dipersilahkan untuk menunggu surat panggilan persidangan, nantinya akan ada petugas juru sita yang akan mengantarkan surat panggilan ke alamat yang sesuai dengan di Surat Permohonan. Setalah itu anda dipersilahkan hadir di persidangan sesuai dengan yang dijadwalkan, selanjutnya silahkan ikuti semua alur sesuai yang di interuksikan oleh majelis hakim.

Proses pengurusan Perubahan Identitas Pada Buku Nikah membutuhkan waktu yang tidak sebentar, paling cepat biasanya anatara satu hingga dua bulan, oleh karena itu diharapkan ketika akan mencatatkan semua dokumen penting harap diperhatikan setiap penulisannya, karena jika sudah terjadi kesalahan maka akan berdampak pada dokumen-dokumen yang lainnya.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam advokatkita.com

Tentang AdvokatKita

Kini hadir di tengah-tengah anda untuk membantu memberikan Layanan Konsultasi dan Bantuan Hukum kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kami siap membantu anda menyelesaikan permasalah hukum anda seperti Masalah Perceraian, Hak-hak Bekas Istri, Nafkah, Hak Asuh Anak, Pembagian Harta Gono Gini, Waris, Izin Poligami, Itsbat Nikah, Dispensasi Nikah, Pembatalan Nikah, Wali Adhol, Sengketa Wakaf, Wasiat, Hibah, Sengketa Ekonomi Syariah dll.

Baca disini juga

Cara Mengajukan Permohonan Cerai Suami di Pengadilan Agama

Dalam proses mengarungi bahtera rumah tangga akan banyak sekali dinamika yang terjadi, bisa pertengkaran yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *