Cara, Syarat, Serta Prosedur Pengajuan Perceraian Kristen

Cara, Syarat, Serta Prosedur Pengajuan Perceraian Kristen

Perkawinan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang beragama Kristen tunduk pada peraturan yang diatur dalam dalam Undang-undang Perkawinan pasal 2 No. 1 Tahun 1974 yang berbunyi:

  • Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu.
  • Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bagi mereka yang melangsungkan Perkawinan harus tercatatkan di Lembaga Pencatat Perkawinan. Sesuai  dengan pasal  2 PP No. 9 Tahun  1975, yang  dimaksud sebagai  Lembaga Pencatat Perkawinan adalah Kantor Urusan Agama (KUA) bagi mereka yang melangsungkan  perkawinan  secara agama  Islam dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bagi mereka yang melangsungkan  perkawinan menurut  agama selain  agama  Islam.

Bagi mereka yang menghadapi problematika perkawinan dan hendak melangsungkan proses perceraian, Perceraian hanya dapat dilakukan melalui sidang pengadilan, seperti yang diatur dalam  pasal 39 UU No. 1 Tahun  1974, yaitu Perceraian hanya dapat dilakukan  di depan Sidang Pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan  tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak.

Terkhusus untuk pengajuan perceraian bagi yang beragama Kristen Protestan, cara dan syarat mengurus perceraian agama kristen protestan pada intinya sama saja dengan agama lain selain islam seperti katolik, hindu, buddha dan khonghucu karena dalam aturannya pengajuan perceraian bagi non-muslim di Indonesia semuanya diajukan ke pengadilan negeri, sedangkan untuk pembuatan akte cerainya diurus di catatan sipil.

Sebelum Saudara mendatangi kantor Pengadilan Negeri terkait sesuai dengan tempat tinggal Istri saudara, harap persiapkan dokumen-dokumen berikut:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kutipan Akta Perkawinan (Akte nikah)
  • Akta Kelahiran Anak (Jika ada anak)
  • Kartu Keluarga
  • Surat Gugatan Cerai

Atau Saudara bisa mendatangi Advokat/Pengacara jika memang proses pengajuannya akan diurus oleh Advokat/Pengacara. Saudara dapat saja melakukan proses perceraian tanpa didampingi oleh Advokat/pengacara. Bila Saudara mampu dan menurut perkiraan Saudara hasil yang akan diraih terbilang cukup optimal dengan  tanpa  didampingi  advokat/pengacara proses perceraian  bisa saja dilakukan tanpa didampingi advokat/pengacara. Namun, jika Saudara merasa perlu advis atau dirasa perkara Saudara berat, Saudara bisa meminta bantuan advokat/pengacara, pada prinsipnya Advokat/Pengacara itu bebas, jika Saudara mempunyai kenalan Advokat/Pengacara sendiri itu lebih bagus, namun jika Saudara perlu bantuan dari kami bisa hubungi kami DISINI

Di sisi lain, advokat/pengacara, sebenarnya  tidak hanya  berfungsi untuk mewakili para pihak saat  beracara. Pengacara juga dapat menjembatari dialog antara para pihak yang akan bercerai dalam membicarakan segala kesepakatan yang ingin dicapai misalnya,  harta gono-gini, hak asuh anak, nafkah anak, dll

Namun, akan berbeda jika saudara mengajukannya sendiri. Jika belum bisa membuat surat gugatan cerai, silahkan minta bantu dibuatkan di Pengadilan atau bisa mendatangi Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) di Pengadilan Negeri tekait, utarakan semua permasalahannya kepada petugas, agar nanti bisa dibuatkan langsung surat gugatannya.

Setelahnya selesai membuat surat gugatan, silahkan daftarkan perkara perceraian tersebut dan lakukan pembayaran ke kasir atau ke Bank dengan nominal sesuai dengan ketentuan Pengadilan. Setelah didaftarkan saudara tinggal menunggu surat panggilan sidang dari pengadilan. Jika sudah ada panggilan, silahkan datang pada jadwal sidang yang ditentukan.

Ikuti semua proses persidangan dari sidang pertama sampai sidang terakhir. Jumlah atau banyaknya sidang tidak bisa ditentukan, itu sangat tergantung dari lancer atau tidaknya persidangan, jika pihak dari Tergugat/Termohon tidak hadir, maka proses persidangan akan cepat, namun jika pihak Tergugat atau Termohon hadir, maka prosesnya akan lebih lama.

Jika persidangan perceraian sudah diputuskan oleh pengadilan dan sudah berkekuatan hukum tetap, silahkan daftarkan ke catatan sipil untuk dibuatkan akta cerainya dengan membawa salinan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, kutipan akta perkawinan, ktp dan kartu keluarga suami istri. Bagi Warga Negara Asing, silahkan sertakan paspor dan dokumen imigrasi.  Setelah itu, tinggal tunggu saja akta cerainya selesai. Biasanya dalam waktu kira-kira satu sampai dua minggu, akta cerai sudah selesai dibuat dan bisa diambil.

Kesimpulannya, bagi saudara yang beragama kristen protestan, katolik, hindu, buddha atau khonghucu, perceraian harus diajukan ke pengadilan negeri yang sesuai dengan domisili atau tempat tinggal Istri. Setelah proses perceraian di pengadilan selesai atau setelah mempunyai putusan yang berkekuatan hukum tetap, silahkan ajukan pembuatan akta cerainya ke catatan sipil dengan membawa syarat-syarat yang sudah dijelaskan.

Sekian informasi dari kami, semoga bermanfaat.

Salam Hangat Advokatkita.com

AdvokatKita

Kini hadir di tengah-tengah anda untuk membantu memberikan Layanan Konsultasi dan Bantuan Hukum kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kami siap membantu anda menyelesaikan permasalah hukum anda seperti Masalah Perceraian, Hak-hak Bekas Istri, Nafkah, Hak Asuh Anak, Pembagian Harta Gono Gini, Waris, Izin Poligami, Itsbat Nikah, Dispensasi Nikah, Pembatalan Nikah, Wali Adhol, Sengketa Wakaf, Wasiat, Hibah, Sengketa Ekonomi Syariah dll.

This Post Has 16 Comments

  1. Apa bisa dalam proses perceraian kristen. Semua prosesnya dikuasakan ke kuasa hukum, shg pemohon tdk perlu hadir langsung dlm rangkaian prosesnya sampai pd putusan?

    1. Jika perkara tsb dikuasakan kepada kuasa hukum, minimal harus menghadiri 1x persidangan,

    2. mau nanya sy tinggal di jayapura (Papua), km mendapat masalah rmh tangga, istri sy lari ke orantuanya di manado sulawesi utara, yg mau sy tanyakan apakah sy harus mengajukan perceraian di jayapura (Papua) atau di manado (sulut).

  2. Selamat sore, saya berdomisili di Jakarta Barat, gugatan cerai saya sdh di kabulkan hakim pada minggu lalu (23/4/2019)ingin bertanya apakah salinan dari pengadilan itu di antar ke alamat domisili atau kita bisa ambil sendiri? Terima kasih

  3. Sama seperti Ellen , apakah yang dibutuhkan ? apakah akan meminta refferensi gereja tempat pemberkatan nikah ?
    jika datang 1 kali , dan pihak suami tidak datang apakah tetap bisa ada keputusan ?

  4. Apha kah hrus adha tanda tangan antra kedua belah pihak..?? Jika cma satu pihak saja yg menndatangani aphakah proses perceraian tetap berlajan..??

  5. Jika kita sudah punya anak usia hampir 1thn..apa kah hak asuh anak bisa jatuh kepda saya sebgai ibu kndung nya

  6. Bisakah saya menolak untuk menjadi seorang saksi dalam sebuah perkara?

  7. Info yang sangat bermanfaat Admin Advokatkita

    saya mau bertanya, jika materi gugatannya karena istri selalu berbohong mengenai finansial sehingga dia terlilit utang padahal uang yang diberikan tiap bulan sudah di atas rata-rata biaya hidup pada daerah tersebut, kira2 bisa diterima gak? sudah berkali-kali diberi kesempatan tetapi tidak bisa berubah

    terima kasih min

  8. Kalo menikahnya bukan di catatan sipil bekasi kota tapi di luar kota apa bisa mengajukan gugatan cerai di catatan sipil bekasi kota ?

  9. Jika tergugat tidak bersedia bercerai,berapa kali sidang yg harus di lakukan?..Dan apakah masih tetap bisa bercerai ?..Untuk yg bersama khatolik

  10. istri minta cerai.2 anak masih smp..gak ada yg ngurusin..mau cari jodoh janda pasti juga gak mau..

  11. Selamat malam..saya mau bertanya..saya menikah secara gereja..blum di daftarkan secara negara,, nah untuk pengurusan perceraian nya bagaimana…trimakasih

  12. saya telah mengajukan gugatan cerai ke PN, namun Putusan gugatan cerai di tolak Hakim dengan alasan :
    di pengajuan Surat Gugat Cerai dan Kesimpulan di point

    PRIMAIR :
    1. Mengabulkan Permohonan Penggugat untuk bercerai dengan Tergugat.

    Kata Mengabulkan tidak bisa di terima Hakim PN Jkt Timur dengan alasan Hakim bukan tempat mengabulkan
    dengan Alasan “Penggugat menulis “Mengabulkan ” Hakim tersebut memberi keputusan Menolak gugatan cerai Penggugat”

    Apakah dengan alasan spt itu di benarkan di Pengadilan ?
    mohon penjelasan.
    Terima kasih

  13. Saya PNS di gugat cerai suami PNS . Saya menolak di ceraikan. Apakah bisa pengadilan menolak Gugatan cerai dari suami saya

    1. Jika ibu keberatan dengan gugatan, silahkan datang pada saat persidangan untuk mengajukan keberatan

Leave a Reply

Close Menu