Home / Informasi Hukum / Berapa Kisaran Biaya Perceraian di Pengadilan Agama?

Berapa Kisaran Biaya Perceraian di Pengadilan Agama?

Banyak sekali yang bertanya kepada tim advokatkita.com mengenai “berapa kisaran biaya yang harus dikeluarkan ketika melakukan perceraian di pengadilan agama?”. Memang tidak hanya pada kasus perceraian saja, banyak juga yang menanyakan kisaran biaya pada perkara lain seperti waris, itsbat nikah, dispensiasi kawin, dan lain-lain.

Hal ini memang sangat wajar, mengingat masyarakat masih banyak yang menganggap bahwasanya Pengadilan Agama merupakan tempat untuk mengurus permasalahan perceraian, padahal sesuai dengan UU Perkawinan tahun 1974 kewenangan Pengadilan Agama itu mencakup kasus-kasus seperti Perceraian, Isbat Nikah, Hak Asuh Anak, Harta Bersama, Izin Poligami, Dispensasi Kawin, Waris Islam, Wasiat, Hibah, Shadaqah, dan Ekonomi Syariah.

Berbicara mengenai biaya perceraian di Pengadilan Agama sebenarnya sangat beragam, tergantung dimana lokasi Pengadilan Agama yang anda tuju, serta seberapa jauh letak alamat para pihak (penggugat dan tergugat, atau pemohon dan termohon) dari lokasi Pengadilan Agama tersebut.

Ketika berbiacara mengenai biaya perkara di Pengadilan Agama kita mengenal dengan istilah panjar perkara. Panjar perkara adalah jumlah kisaran awal yang harus dibayar untuk proses perkara yang diajukan ke Pengadilan Agama. Panjar perkara ini sangat dipengaruhi oleh radius atau pengelompokan jarak yang di klasifikasikan oleh pengadilan.

Selain radius, jenis perkara juga sangat mempengaruhi besaran panjar yang harus dibayar. Panjar untuk perkara-perkara permohonan biasanya lebih ringan daripada panjar untuk perkara gugatan. Meskipun demikian, untuk kasus perceraian baik itu permohonan atau gugatan biasanya harga tidak jauh berbeda.

Panjar ini sifatnya hanya taksiran saja, artinya bisa saja biaya yang harus dibayar itu lebih besar ataupun lebih kecil. Jika biaya yang dibayar lebih kecil, maka sisa dari panjar yang sudah dibayar akan dikembalikan lahi, begitupun jika ternyata panjar yang harus dibayar itu lebih besar, maka anda harus membayar biaya tambahan.

Meskipun panjar biaya ini tidak sama, namun pengalaman kami dari pengadilan-pengadilan yang pernah kami datangi rata-rata panjar biaya baik pada perkara permohonan atau pada perkara gugatan berkisar pada angka Rp. 250.000 sampai Rp. 1.200.000,.

Oleh karena panjar perkara sangat tergantung pada radius atau jarak lokasi anda dengan pengadilan, maka ada baiknya anda cek terlebih dahulu di website Pengadilan Agama di lokasi anda, atau jika tidak ditemukan, untuk berjaga-jaga maka sediakan saja uang maksimal sesuai dengan yang disebutkan tadi diatas.

Jika anda tidak memilik waktu untuk mengurus semuanya, termasuk bayar panjar biaya perceraian di pengadilan agama atau panjar untuk perkara-perkara lain, anda bisa menggunakan jasa advokat pengacara, namun tentunya untuk menggunakan jasa advokat atau pengacara ini, anda harus menyediakan uang lebih.

Baca Juga : INI DIA KISARAN BIAYA MENGGUNAKAN JASA ADVOKAT PENGACARA

Informasi mengenai taksiran panjar perkara di atas merupakan informasi panjar untuk pengadilan agama tingkat pertama. Jika perkara dilanjutkan ke Pengadilan Tinggi Agama atau Mahkamah Agung, maka anda harus menyediakan uang dengan jumlah yang lebih besar dari perkiraan panjar diatas.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai taksiran biaya perceraian di Pengadilan Agama.

Salam hangat advokatkita.com

Tentang AdvokatKita

Kini hadir di tengah-tengah anda untuk membantu memberikan Layanan Konsultasi dan Bantuan Hukum kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kami siap membantu anda menyelesaikan permasalah hukum anda seperti Masalah Perceraian, Hak-hak Bekas Istri, Nafkah, Hak Asuh Anak, Pembagian Harta Gono Gini, Waris, Izin Poligami, Itsbat Nikah, Dispensasi Nikah, Pembatalan Nikah, Wali Adhol, Sengketa Wakaf, Wasiat, Hibah, Sengketa Ekonomi Syariah dll.

Baca disini juga

Cara, Syarat, Serta Prosedur Pengajuan Perceraian Kristen

Perkawinan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang beragama Kristen tunduk pada peraturan yang diatur dalam …

6 Komentar

  1. Amazing article, thank you so much

  2. Apakah saya salah mengajukan cerai karna saya tidak kuat dgn keluarga dr pihak suami saya ??
    dan banyak faktor jg suami saya tidak pernah mau mendengar dan tidak perduli mengenai keluh kesah saya mengenai klga suami saya,dan saya pun tau bahwa suami saya tidak pernah bisa melindungi saya dan membela saya dari kluarga suami saya,saya sudah benar2 tidak kuat lagi dengan perilaku keluarga suami saya
    Padahal saya sangat menyayangi keluarga kecil saya tapi suami saya se olah2 tidak perduli bahwa saya sangat tertekan karena klga nya,klo pun saya pindah jauh pun itu masih tetap krna suami saya tidak pernah bisa jauh dr klga nya mohon ibu/bapak advokat saya harus bagaimana ??

  3. saya menikah dengan seorang WNA Australia 2 tahun lalu di bandung dan dikaruniai 1 anak. selama pernikahan saya diam2 mengetahui bahwa suami saya berselingkuh dengan banyak wanita. dan sekarang dia meminta cerai, dengan syarat bahwa perceraian ini hanya dia dan saya yang tau. bagaimana langkah hukum yang harus saya ambil? dan apa yang harus saya lakukan untuk bisa mendapatkan hak asuh dan juga tunjangan anak? perjanjian perceraian yang seperti apa yang bisa saya ajukan? terima kasih

  4. Saya Akan mengajukan surat Cerai Tapi buku nukah di bawa suami,,
    dia tidak mau memberikan karna gak mau cerai sma saya,,Bisa tidak y,,

  5. Halo saya ingin tanya , jika ingin menggugat cerai suami namun buku nikah yang ada hanya buku nikah istri, karna buku nikah yg bertulisan suami tidak ada . Apakah bisa untuk melakukan penggugatan perceraian? Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *